Friday, 25 July 2014
Jika Saatnya Kita Memang Harus Berpisah
Dear kesayangan,
Jika saatnya nanti kita memang harus berpisah
Aku ingin dikenang sebagai perempuan yang selalu mencintai kamu
Perempuan yang selalu mendukung apapun yang kamu cita-citakan
Atau yang memberikan segalanya semampunya.
Karena perempuan ini tak pernah luput mengucap syukur atas hadirnya dirimu
Kamu yang selalu membawa pada kebaikan,
Kebahagiaan tak terperi hanya dengan memandangmu tengah tersenyum,
Atau sekadar bercerita tentang apapun.
Jika saatnya nanti kita memang harus berpisah,
Kenanglah aku sebagai perempuan yang gagal membahagiakanmu,
Perempuan yang gagal belajar meredam emosi dan amarahnya,
Atau mengendalikan ego dan rasa tidak amannya.
Bukan perempuan yang membiarkan hatinya mendua,
perempuan yang meninggalkanmu demi kebahagiaannya sendiri.
Maaf kalau kamu harus berurusan dengan perempuan seperti aku,
Menghabiskan waktumu yang berharga dalam menata masa depanmu.
Jika saatnya nanti kita memang harus berpisah,
Terima kasih telah hadir membawa warna unik dalam hidupku,
dan pernah singgah sebagai lelaki nomor satu.
Kebon Jeruk, 22 Juli 2014
Jika saatnya nanti kita memang harus berpisah
Aku ingin dikenang sebagai perempuan yang selalu mencintai kamu
Perempuan yang selalu mendukung apapun yang kamu cita-citakan
Atau yang memberikan segalanya semampunya.
Karena perempuan ini tak pernah luput mengucap syukur atas hadirnya dirimu
Kamu yang selalu membawa pada kebaikan,
Kebahagiaan tak terperi hanya dengan memandangmu tengah tersenyum,
Atau sekadar bercerita tentang apapun.
Jika saatnya nanti kita memang harus berpisah,
Kenanglah aku sebagai perempuan yang gagal membahagiakanmu,
Perempuan yang gagal belajar meredam emosi dan amarahnya,
Atau mengendalikan ego dan rasa tidak amannya.
Bukan perempuan yang membiarkan hatinya mendua,
perempuan yang meninggalkanmu demi kebahagiaannya sendiri.
Maaf kalau kamu harus berurusan dengan perempuan seperti aku,
Menghabiskan waktumu yang berharga dalam menata masa depanmu.
Jika saatnya nanti kita memang harus berpisah,
Terima kasih telah hadir membawa warna unik dalam hidupku,
dan pernah singgah sebagai lelaki nomor satu.
Kebon Jeruk, 22 Juli 2014
Monday, 30 December 2013
Lelaki Nomor Satu
Dear lelaki
nomor satu,
Sudah lama sekali rasanya aku
tak pernah menulis surat cinta, atau memang belum pernah. Entah karena terlalu
sibuk menulis ‘tulisan pesanan’ atau memang tak ada isi hati yang ingin kutuang
di sini, gersang dan monoton. Hingga akhirnya aku bertemu kamu, sosok yang
awalnya tak terlalu mencolok namun lama kelamaan mampu membangun taman kecil
penuh bunga di sisi tergelap hati.
“You came along and made my life a song. Oh lucky day,
you came along. Just in time when I was searching for a rhyme, you came along,
and we were new.”
Kamu datang di saat yang sungguh tepat. Bukan saat aku terlalu muda untuk malas berkomitmen, atau terlalu tua saat aku sudah berjalan bersama yang lain. Above it all, kamu datang saat aku butuh kamu. Saat aku butuh teman berbicara tentang diriku yang kuanggap tak berharga. Tentang aku dan segala kenangan negatif yang nyaman bersemayam karena kukunci rapat-rapat di sebuah peti rongsok kecil. Peti yang selalu kucari, kubuka untuk bermain bersama potongan kenangan. Tertawa, merenung dan menangis bersamanya.
Tapi kamu tidak menghindar. Aku ingat saat kamu memegang tanganku, menatapku dalam-dalam dan bilang “Kamu itu berharga. Kamu harus sayang sama diri kamu sendiri lebih dari apapun.” Tulus. Seketika aku tahu apa rasanya dicintai, apa rasanya menjadi seorang putri. Kamu bagai angin yang menerbangkan butiran pasir sebelum debur ombak membawanya kembali tenggelam. Terima kasih telah menarikku kembali memijak tanah. Terima kasih telah mengubur petiku dan menanam taman bunga di atasnya.
“All my life, I never knew what I could be what I could
do, then we were new.”
Aku perempuan Desember. Kali ini, Desember membawa perubahan besar dalam diriku, dan kamulah sutradaranya. Perlahan aku mulai mengikis tembok egoku dan membangun pintu yang besar supaya kamu bisa masuk. Aku mulai sedikit mengerti mengapa banyak pasangan mengikat janji tanpa takut merasa tidak bebas. Ya, perempuan Desember tak pernah suka dikekang. Tapi perempuan Desember ini malah mempersilakan kamu masuk cukup dalam. Di balik tembok yang gelap, kamu mengulurkan tangan. Dengan senyum termanis kamu membimbingku keluar, seraya berkata “Ayo, kita berpetualang!”
“We can do what we want, we can live as we choose.”
Selamat tanggal satu, bulan satu. Terima kasih telah menyalakan kembali mentari-mentari kecil di hatiku, membakar semangatku dengan kejutan positifmu. Semangat untuk menjadi perempuan yang lebih lebih lebih baik lagi untukku, dunia dan kamu. Karena bagiku, kamu si lelaki nomor satu.
Sincerely yours,
Bonita
Kebon Jeruk, 30
Desember 2013
Lyrics: “New” by
Paul McCartney
Wednesday, 13 March 2013
Divisi Fiksi
Alkisah, seseorang muncul di layar TV memberi kesaksian tentang... Mmm... Lupakan. Yang menarik, orang itu tersenyum seraya berbicara dan satu hal yang lekat dalam ingatan adalah alis kirinya yang hanya setengah. Ya, setengah.
---------------------------------------------------------
Dari buku pelajaran agama, kita tahu tugas malaikat itu sangat banyak dan dibagi menjadi banyak divisi. Misalnya divisi mencatat ini itu, divisi jaga pintu, divisi memberi peringatan, dan lainnya. Tahukah kamu, kalau dulu malaikat juga bertugas membuat, atau lebih tepatnya, mendesain manusia sebelum lahir?
Dalam divisi publishing, malaikat bertugas mencari ide, mengumpulkan data sifat manusia, hingga proses desain manusia. Mereka juga bergerak dikejar deadline yang harus cetak 9 bulan sebelum terbit, atau lebih tepatnya lahir. Dengan Tuhan sebagai pemred sekaligus editor utama, malaikat berkewajiban menuruti semua yang diminta Tuhan, bahkan permintaan yang paling aneh seperti mengganti konten di saat-saat akhir menjelang cetak.
Dengan pekerjaan yang banyak, ditambah lagi pekerjaan mencetak manusia ini, malaikat merasa kerepotan. Apalagi mereka bekerja sebagai freelance, tanpa mendapat imbalan. Sebuah pelayanan masyarakat yang absolut.
Pada suatu hari, para malaikat mengadakan demo besar-besaran di gerbang rumah Tuhan, menuntut haknya. Mereka semua turun ke lapangan. Padahal divisi publishing harus jalan terus memproduksi desain-desain manusia bumi.
Tuhan tidak kehabisan akal. Ia kemudian meminta setan untuk menggantikan posisi malaikat di divisi publishing. Setan menyambut dengan riang gembira tak terkira karena akhirnya bisa bekerja setelah biasa menganggur.
Ah memang setan tak becus. Mereka berbuat semaunya, terutama setan-setan yang kebagian membuat draft wajah manusia. Dengan kuasnya, mereka mengambar wajah-wajah lucu.
Ada yang giginya tidak rapi, jidat terlalu lebar, kumis jarang-jarang, hidung terlalu besar, dan tentu saja, alis yang hanya tumbuh setengah.
Tuhan hanya bisa geleng-geleng kepala. Draft manusia sudah keburu proofprint karena harus segera masuk ke divisi percetakan bayi. Sudah tidak bisa diedit lagi...
Jadi, jangan heran kalau ada orang-orang di sekitar kita yang tidak sempurna dan terlihat lucu. Tapi, mereka tidak sendirian. Mungkin Anda sendiri juga merasa ada campur tangan setan di hidung, lengan, pipi atau noda wajah Anda?
Ada yang giginya tidak rapi, jidat terlalu lebar, kumis jarang-jarang, hidung terlalu besar, dan tentu saja, alis yang hanya tumbuh setengah. Ya setengah.
-----------------------------------------------------
Seseorang dengan alis setengah itu masih memberikan kesaksian atas sesuatu yang saya tidak perhatikan. Saya hanya tertawa kecil, mengambil remote televisi dan mematikannya. Sudah cukup untuk hari ini.
Kedoya, 12 Maret 2013
---------------------------------------------------------
Dari buku pelajaran agama, kita tahu tugas malaikat itu sangat banyak dan dibagi menjadi banyak divisi. Misalnya divisi mencatat ini itu, divisi jaga pintu, divisi memberi peringatan, dan lainnya. Tahukah kamu, kalau dulu malaikat juga bertugas membuat, atau lebih tepatnya, mendesain manusia sebelum lahir?
Dalam divisi publishing, malaikat bertugas mencari ide, mengumpulkan data sifat manusia, hingga proses desain manusia. Mereka juga bergerak dikejar deadline yang harus cetak 9 bulan sebelum terbit, atau lebih tepatnya lahir. Dengan Tuhan sebagai pemred sekaligus editor utama, malaikat berkewajiban menuruti semua yang diminta Tuhan, bahkan permintaan yang paling aneh seperti mengganti konten di saat-saat akhir menjelang cetak.
Dengan pekerjaan yang banyak, ditambah lagi pekerjaan mencetak manusia ini, malaikat merasa kerepotan. Apalagi mereka bekerja sebagai freelance, tanpa mendapat imbalan. Sebuah pelayanan masyarakat yang absolut.
Pada suatu hari, para malaikat mengadakan demo besar-besaran di gerbang rumah Tuhan, menuntut haknya. Mereka semua turun ke lapangan. Padahal divisi publishing harus jalan terus memproduksi desain-desain manusia bumi.
Tuhan tidak kehabisan akal. Ia kemudian meminta setan untuk menggantikan posisi malaikat di divisi publishing. Setan menyambut dengan riang gembira tak terkira karena akhirnya bisa bekerja setelah biasa menganggur.
Ah memang setan tak becus. Mereka berbuat semaunya, terutama setan-setan yang kebagian membuat draft wajah manusia. Dengan kuasnya, mereka mengambar wajah-wajah lucu.
Ada yang giginya tidak rapi, jidat terlalu lebar, kumis jarang-jarang, hidung terlalu besar, dan tentu saja, alis yang hanya tumbuh setengah.
Tuhan hanya bisa geleng-geleng kepala. Draft manusia sudah keburu proofprint karena harus segera masuk ke divisi percetakan bayi. Sudah tidak bisa diedit lagi...
Jadi, jangan heran kalau ada orang-orang di sekitar kita yang tidak sempurna dan terlihat lucu. Tapi, mereka tidak sendirian. Mungkin Anda sendiri juga merasa ada campur tangan setan di hidung, lengan, pipi atau noda wajah Anda?
Ada yang giginya tidak rapi, jidat terlalu lebar, kumis jarang-jarang, hidung terlalu besar, dan tentu saja, alis yang hanya tumbuh setengah. Ya setengah.
-----------------------------------------------------
Seseorang dengan alis setengah itu masih memberikan kesaksian atas sesuatu yang saya tidak perhatikan. Saya hanya tertawa kecil, mengambil remote televisi dan mematikannya. Sudah cukup untuk hari ini.
Kedoya, 12 Maret 2013
Tuesday, 14 August 2012
Let's Fuckin Start Again
"Waktu terakhir kita berpisah, aku menatap matamu..." Kata-katanya belum selesai, tapi cukup membuatku kembali membuat mata yang sama seperti yang terakhir ia lihat. Sendu yang buru-buru kuhapus dengan lagu yang mengalun keras mengacak otak.
"There ain't no glory and there ain't no hope. We will hang ourselves just show us the rope."
Seperti seorang anak kecil yang asik bermain. Saat itulah mainan kesayangannya hilang. Pergi jauh, terlalu jauh untuk digenggam atau dibawa untuk sekedar menemani malam-malam berikutnya. Anak ini tahu mainannya akan hilang, tapi ia menolak untuk merelakan.
"There ain't no scapegoats left to blame. We brought this on ourselves, we could have been the change."
Seperti seorang pecandu yang sudah terlanjur tenggelam dalam kelam. Saat itulah opium di sakunya habis. Hilang, tidak lagi membuat waktunya serasa berjalan lamban dalam kesenangan. Sekarang ia kembali dalam himpitan waktu, himpitan suara-suara fiksi yang tak henti bermunculan. Suara-suara pekikan rasa bersalah.
"So cut our throat, end our live. Let's fuckin start again!"
Kedoya, 14 Agustus 2012
Those lyrics are from "Crucifucks" by Gallows
"There ain't no glory and there ain't no hope. We will hang ourselves just show us the rope."
Seperti seorang anak kecil yang asik bermain. Saat itulah mainan kesayangannya hilang. Pergi jauh, terlalu jauh untuk digenggam atau dibawa untuk sekedar menemani malam-malam berikutnya. Anak ini tahu mainannya akan hilang, tapi ia menolak untuk merelakan.
"There ain't no scapegoats left to blame. We brought this on ourselves, we could have been the change."
Seperti seorang pecandu yang sudah terlanjur tenggelam dalam kelam. Saat itulah opium di sakunya habis. Hilang, tidak lagi membuat waktunya serasa berjalan lamban dalam kesenangan. Sekarang ia kembali dalam himpitan waktu, himpitan suara-suara fiksi yang tak henti bermunculan. Suara-suara pekikan rasa bersalah.
"So cut our throat, end our live. Let's fuckin start again!"
Kedoya, 14 Agustus 2012
Those lyrics are from "Crucifucks" by Gallows
Wednesday, 11 July 2012
Mengapa Sephia?
Oh Sephia
Mengapa kau begitu dungu?
Bagai keledai yang terjatuh di lubang yang sama.
Mengapa kau senang bermain api?
Memilih mencintai daripada dicintai
Hey Sephia,
Apa asiknya menjadi kekasih gelap?
Itu bukan cinta, Sephia
Disana, di luar sana, ada orang lain yang mampu mengajarimu cinta.
Mengapa kau tak mencarinya?
Mengapa... mengapa... mengapa?
Kebon Jeruk, 11 Juli 2012
Mengapa kau begitu dungu?
Bagai keledai yang terjatuh di lubang yang sama.
Mengapa kau senang bermain api?
Memilih mencintai daripada dicintai
Hey Sephia,
Apa asiknya menjadi kekasih gelap?
Itu bukan cinta, Sephia
Disana, di luar sana, ada orang lain yang mampu mengajarimu cinta.
Mengapa kau tak mencarinya?
Mengapa... mengapa... mengapa?
Kebon Jeruk, 11 Juli 2012
Sunday, 17 June 2012
Blackbird Fly
Dia tak mampu menjaga hati
Senantiasa bermain dengan jaringnya
Menangkap, dan melepaskannya lagi
Tak jarang meninggalkan luka dalam mangsanya
Dia dan senyumnya
Tidak pernah bermaksud untuk menetap
Bukan berdusta,
Hanya disebar di ladang senja
Menunggu burung-burung kecil terperangkap
Demi sebuah permainan singkat
Ah, kebahagiaan semu
Bagaimana bisa dia menangkapku?
Larutkanku dalam ragamu
Aku telah kehilangan sebagian sayapku
Perih, tapi masih bisa kutahan
Take these broken wings and learn to fly
Mungkin masih bisa kubawa terbang
Biar perlahan tak apa
Menjauh darinya...
Perlahan...
Blackbird fly...
Blackbird fly...
Into the light of the dark black night
Kebon Jeruk, 17 Juni 2012
Wednesday, 2 November 2011
Jack And Sally
“Sepertinya ada yang salah dengan kita?” ungkap Sally suatu hari. Makhluk disebelahnya bangun sambil menggeliat malas “sudahlah, haruskah kita membahas ini berulang kali?” ungkapnya kesal. “Tapi kamu tau kan ini salah?” “Salah sangat salah tapi hei, siapa yang peduli? We’re dead!” ujar Jack seraya mendaratkan ciuman ke pipi Sally. “Jack…” ujarnya menepis tubuh kekasihnya “…aku masih memikirkannya.” “Tapi dia di atas sana, masih hidup! Sedangkan kita? Kita hanya tulang belulang tak berjiwa!” bentak Jack. “Aku masih punya hati” “Ahaha persetan, toh aku telah mengambilnya darimu,” tutur Jack sambil tersenyum penuh kemenangan. Dia tahu senyumannya mampu melunakkan hati Sally. Namun tidak untuk saat itu. “Kau juga yang mengambil jiwaku, dasar pembunuh,” ungkap Sally sambil bangun dari tempat tidur. “Tapi toh aku menyusulmu agar kau tak sendirian,” jawab Jack.
Sally merapikan rambutnya dan termenung. “Dengar, Sally… kita saling mencintai. And I will take what's mine, create what God would never design,” ucap Jack dengan nada menghibur. Sally tersenyum. Perasaannya kini campur aduk “…seandainya kita bertemu lebih awal,” harap Sally “Lantas, apa bedanya?”
Inspired by “A Little Piece of Heaven” by Avenged Sevenfold and Tim Burton’s “Nightmare Before Christmas” of course :D
Kedoya, 2 November 2011
Labels:
gak penting
|
3
comments
Monday, 11 April 2011
Love Your Parents While You Can (Part 2)
21.00
Sampai juga saya di rumah. Setelah mengganti seragam dengan baju yang nyaman, saya lalu mengerjakan tugas kantor ditemani segelas teh hangat.
21.45
Saya keluar kamar sejenak. Suara-suara ramai di luar rumah menarik perhatianku. Suara-suara itu seperti suara orang-orang yang membaca surat Yasin. Sayup-sayup terdengar suara salah satu dari mereka:
".........Bu Haji meninggal........."
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Memang Bu Haji itu siapa? Bu Haji adalah seorang ibu-ibu tua tetangga saya, yang pernah saya ceritakan di post sebelumnya. Ya, pada akhirnya dia meninggal. Saya tidak mendengar si A menangis, mungkin karena ia lelaki tangguh sehingga mampu menyimpan air matanya dan menumpahkannya saat tidak ada yang melihat. Setidaknya itu pikiran positif saya setelah terlalu banyak hal negatif tentangnya yang membuat saya ikut-ikutan berpikir negatif.
Sampai juga saya di rumah. Setelah mengganti seragam dengan baju yang nyaman, saya lalu mengerjakan tugas kantor ditemani segelas teh hangat.
21.45
Saya keluar kamar sejenak. Suara-suara ramai di luar rumah menarik perhatianku. Suara-suara itu seperti suara orang-orang yang membaca surat Yasin. Sayup-sayup terdengar suara salah satu dari mereka:
".........Bu Haji meninggal........."
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Memang Bu Haji itu siapa? Bu Haji adalah seorang ibu-ibu tua tetangga saya, yang pernah saya ceritakan di post sebelumnya. Ya, pada akhirnya dia meninggal. Saya tidak mendengar si A menangis, mungkin karena ia lelaki tangguh sehingga mampu menyimpan air matanya dan menumpahkannya saat tidak ada yang melihat. Setidaknya itu pikiran positif saya setelah terlalu banyak hal negatif tentangnya yang membuat saya ikut-ikutan berpikir negatif.
Mungkin ini artinya ia tidak akan pernah mendengar teriakan ibunya
...untuk sekedar meminta sedikit bantuan
Mungkin sekarang ia dapat bernapas lega
...atau menyesal karena pernah membentak ibunya
Mungkin hari ini ia tidak menangis
...namun bukan berarti ia tidak sedih kehilangan sosok ibu
Mungkin, mungkin dan mungkin
...ya, hanya mungkin
---------------------------------------------------------------------------------------------------
"baru pulang?"
"iya bu, abis dari Depok, ngerjain skripsi"
"saya butuh uang nih, kemarin saya jatuh tangan kanan saya keseleo"
"oh, saya hanya ada segini bu"
"aduh, makasih ya"
"nanti kalau saya udah kerja, insyaAllah bisa bantu bu Haji lebih banyak"
Dan janji itu tak pernah kutepati
Kebon Jeruk, 11 April 2011
Labels:
goresan
|
0
comments
Friday, 8 April 2011
Love Your Parents While You Can
"Apa lagi sih mak??!! kalo 3 jam sekali sih gapapa, ini tiap 5 menit!! gimana gw bisa tidur??!!"
Sontak saya terbangun, melihat jam di layar ponsel.
01:43 pagi...
"mulai lagi" pikirku
Yap, akhir-akhir ini jika anda menginap di rumah saya, anda akan disuguhi pertunjukkan Anak Durhaka dari rumah tetangga sebelah. Sebut saja si A, yang berprofesi sebagai satpam. Awalnya kupikir si A ini adalah anak yang taat pada orang tua. Ia tinggal bersama beberapa orang di rumah tersebut: ibunya, adik perempuannya, entah siapanya lagi serta beberapa anak-anak.
Suatu hari, ibunya terkena penyakit apaa gitu yang menyebabkan kakinya lumpuh dan harus diamputasi. Karena tidak bersedia diamputasi, akhirnya penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh si ibu sampai akhirnya si ibu lumpuh total :'(
"Lo gimana sih jadi anak perempuan?! gw tinggal kerja sebentar aja udah kaya begini! masih untung lo boleh tinggal disini. Emak lo sendiri malah gak lo urusin!! Anak macem apa lo?!"
Itulah pertama kali saya dengar ia berteriak-teriak marah menyumpahi adik perempuannya. Yah namanya orang lumpuh, tidak bisa kemana-mana, hanya bisa memanggil-manggil saja, maka si ibu itupun (maaf) buang hajat di tempat ia tiduran. Pemandangan itulah yang membuat si A marah-marah ke adik perempuannya. Dibilang tidak tahu berterima kasih lah dan lain sebagainya. Wah, berarti dia gak durhaka donk? Tunggu dulu...
"Apa sih mak?! gw capek nih capek..!!! urusan gw kan gak lo doank!"
"Astagfirullah, durhaka kamu!"
"Biarin! Trus kalo gw durhaka, lo mau nyumpahin apa?! ha? udah ngomong aja! T*i dasar!"
Malam itu, saya tidak hanya terbangun tapi juga tersentak kaget. Bagaimana bisa seorang anak berbicara seperti itu dengan ibunya. Miris. Ingin rasanya saya keluar, menodongkan shotgun ke kepalanya, menyuruhnya minta maaf ke ibunya, atau 'blam!' he's done. Tapi toh selain saya tidak punya shotgun, tetangga sekitar juga sudah lebih dulu menengahi keributan itu dengan berkata "sabar..sabar" tapi toh tidak digubris oleh si A. Si ibu rupanya memanggil-manggil A untuk minta tolong sesuatu seperti menggendongnya ke kamar mandi atau sekedar membalik badannya yang sudah tidak bisa ia gerakan lagi. Dan yang terjadi? si A malah membentak-bentak ibunya
Seorang teman baik saya, Sashi, mendapat musibah. Ayahnya terkena serangan jantung, sehingga ia harus meninggalkan rumahnya lebih dari sebulan untuk menemani ayahnya di Rumah Sakit. Bahkan ia rela meninggalkan pekerjaan yang baru saja ia dapatkan, untuk menemani ayahnya tersebut.
Kedoya, 8 April 2011
Sontak saya terbangun, melihat jam di layar ponsel.
01:43 pagi...
"mulai lagi" pikirku
Yap, akhir-akhir ini jika anda menginap di rumah saya, anda akan disuguhi pertunjukkan Anak Durhaka dari rumah tetangga sebelah. Sebut saja si A, yang berprofesi sebagai satpam. Awalnya kupikir si A ini adalah anak yang taat pada orang tua. Ia tinggal bersama beberapa orang di rumah tersebut: ibunya, adik perempuannya, entah siapanya lagi serta beberapa anak-anak.
Suatu hari, ibunya terkena penyakit apaa gitu yang menyebabkan kakinya lumpuh dan harus diamputasi. Karena tidak bersedia diamputasi, akhirnya penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh si ibu sampai akhirnya si ibu lumpuh total :'(
"Lo gimana sih jadi anak perempuan?! gw tinggal kerja sebentar aja udah kaya begini! masih untung lo boleh tinggal disini. Emak lo sendiri malah gak lo urusin!! Anak macem apa lo?!"
Itulah pertama kali saya dengar ia berteriak-teriak marah menyumpahi adik perempuannya. Yah namanya orang lumpuh, tidak bisa kemana-mana, hanya bisa memanggil-manggil saja, maka si ibu itupun (maaf) buang hajat di tempat ia tiduran. Pemandangan itulah yang membuat si A marah-marah ke adik perempuannya. Dibilang tidak tahu berterima kasih lah dan lain sebagainya. Wah, berarti dia gak durhaka donk? Tunggu dulu...
"Apa sih mak?! gw capek nih capek..!!! urusan gw kan gak lo doank!"
"Astagfirullah, durhaka kamu!"
"Biarin! Trus kalo gw durhaka, lo mau nyumpahin apa?! ha? udah ngomong aja! T*i dasar!"
Malam itu, saya tidak hanya terbangun tapi juga tersentak kaget. Bagaimana bisa seorang anak berbicara seperti itu dengan ibunya. Miris. Ingin rasanya saya keluar, menodongkan shotgun ke kepalanya, menyuruhnya minta maaf ke ibunya, atau 'blam!' he's done. Tapi toh selain saya tidak punya shotgun, tetangga sekitar juga sudah lebih dulu menengahi keributan itu dengan berkata "sabar..sabar" tapi toh tidak digubris oleh si A. Si ibu rupanya memanggil-manggil A untuk minta tolong sesuatu seperti menggendongnya ke kamar mandi atau sekedar membalik badannya yang sudah tidak bisa ia gerakan lagi. Dan yang terjadi? si A malah membentak-bentak ibunya
Seorang teman baik saya, Sashi, mendapat musibah. Ayahnya terkena serangan jantung, sehingga ia harus meninggalkan rumahnya lebih dari sebulan untuk menemani ayahnya di Rumah Sakit. Bahkan ia rela meninggalkan pekerjaan yang baru saja ia dapatkan, untuk menemani ayahnya tersebut.
"Sas, kapan kita ketemu?"
"Ntar yah, udah sebulan nih gw di RS, kangen rumah"
"Nemenin bokap yah?"
"Heheh iya nih"
"Wah, berbakti amat yah lu ama ortu"
"Iya, mumpung masih dikasi kesempatan"
Kedoya, 8 April 2011
Labels:
goresan
|
3
comments
Friday, 18 February 2011
Let The Photo Talks About Graduation
"Maak! Akhirnya anak sulungmu lulus mak!"
photo by: Aulia Normansyah
location: Balairung, University of Indonesia
"Meet my besties: Lele and Lee. Dua sahabat seperguruan, seperjuangan. The difference is, the middle one had graduated before me and Lele, and those roses are gifts from her."
photo by: Aulia Normansyah
location: Balairung, University of Indonesia
"I spent around IDR 350,000 for my wisuda appearance including kebaya (IDR 200000), bustier (IDR 40000), eyeshadows (around IDR 100000) and hairpin (IDR 10000). The rest of items? I borrowed them :) I didn't go to the salon and tailor, just buy those item in various department store and ask my mom for hairdo and make-up"
photo by: Aulia Normansyah
location: Balairung, University of Indonesia
"My friends that graduated with me.. four and a half :p"
photo by: Cipto Laksono
location: Balairung, University of Indonesia
Tuesday, 7 December 2010
Balada Pra Sidang Skripsi
Suatu hari sebelum sidang, saya berbincang dengan teman (baca: ikan) mengenai powerpoint skripsi milik teman kami yang mendapat nilai A...
-mungkin bersambung-
Kebon Jeruk, 8 Desember 2010
Sunday, 21 November 2010
Can't Avoid This...
Jreeeenggg..... jrrreeeeenngg....!!
this is the announcement that made my heart stop beating for a while
then, I realized that my desk has changed into this...
Labels:
gak penting
|
2
comments
Thursday, 11 November 2010
Selamat Jalan Maku...
There you are sleeping in your favourite style and place
you're not the cutest
but you are the most chubby and clumsy hammie I ever had -___-"
and yes, the laziest one.
I just never thought you'll spend your last breath in the same style, same place
bye, maku :'(
Thursday, 30 September 2010
Teori Pro-labil-itas T-Virus
Saya pernah posting tentang zombie sebelumnya. Disana saya berpikir bahwa zombie bisa diciptakan dan benar-benar ada. Sebelumnya, jika anda berharap tulisan ini membahas mengenai pemikiran ilmiah dan intelek, sebaiknya anda berhenti membaca. Saya akan membahas mengenai fenomena T-Virus dikalangan film Resident Evil (yes, semua ini akibat menonton resident evil: afterlife). T-Virus buatan umbrella corps tersebut membuat makhluk-makhluk yang terinfeksi kemudian memiliki kekebalan tubuh super namun tidak diimbangi dengan kekebalan otak. Dengan kata lain, tubuh masih hidup tapi otak sudah mati. Bisa makan tapi tidak bisa berpikir apa yang mereka makan. Dan yang menyebalkan, they eat flesh..
Kita mengenal 3 makhluk hidup di bumi: manusia, hewan tumbuhan. Lalu, yang manakah yang terjangkit T-Virus?
A. Manusia
Manusia sudah pasti bisa terkena T-Virus. Lah yang pemeran utamanya manusia toh. Penularannya adalah lewat gigitan. Jadi, manusia yang tergigit zombie maka lama kelamaan akan menjadi another undead, dan melanjutkan perjalanan hidup dengan mencari manusia lain untuk dimakan.
Disini kita bisa memetik pelajaran tentang bagaimana jika menjadi korban zombie merupakan suatu yang tidak bisa dihindarkan lagi:
- Pilihan 1: Berdiam dirilah. Setelah bertobat pada Tuhan (jika percaya), membereskan hutang-hutang semasa hidup, berdiamlah. Biarkan zombie-zombie itu memakan tubuhmu sampai tak bersisa licin tandas. Maka hidupmu akan diteruskan di alam lain.
- Pilihan 2: Jika anda tidak yakin kehidupan berikutnya akan cemerlang (misal: masuk neraka jika percaya) cobalah bertahan dengan kabur setelah digigit zombie. Yang terjadi adalah, kalian terinfeksi lalu menjadi sesama zombie. Hidup kalian akan diteruskan dengan bersaing dengan sesama zombie untuk mendapatkan manusia segar. Lucky to you, zombie doesn’t eat another zombie. Ini membuktikan, zombie masih lebih mulia daripada Sumanto.
B. Hewan
Di dalam film-film resident evil, ada beberapa spesies dari kingdom animalia yang terjangkit T-virus. Yaitu..
Gagak (aves)
Dan gukguk (mamalia)
Tidak diceritakan apakah hanya gakgak dan gukguk jenis diatas yang memang penampilannya menakutkan, atau juga menjangkiti jenis lain yang lebih bersahabat seperti:
Bekbek (aves)
Dan gukguk lucu (mamalia juga)
Tidak pula dijelaskan T-virus tersebut menyerang hewan avertebrata seperti semut, nyamuk atau keong. Karena jika T-virus menyerang mereka, bisa dibayangkan betapa luas penyebarannya. Di kebon, kita sering digigit semut. T-virus berkembang seperti DBD karena nyamuk. Keong pun akan menjadi tersebar luas setelah menjadi keong racun. Sungguh virus yang labil.
Keong racun
C. Tumbuhan
Sampai saat ini belum ada tumbuhan yang terjangkit T-virus. Kecuali mungkin zombie-zombie itu mengalami gangguan pencernaan, lalu mereka mencoba makan salad. Mungkin di episode berikutnya bisa diceritakan tumbuhan selada yang memakan manusia.
selada
Itulah hal-hal mengenai T-Virus yang labil. Mau menginfeksi satu tapi tidak mau menginfeksi yang lainnya. Demikian ceramah dari saya. I hate zombies, apapun bentuknya…
Kebon Jeruk, September 2010
Monday, 23 August 2010
Tuhan, Aku Hendak Mengeluh
Tuhan...
mungkin Kau lelah dengan pertanyaan "mengapa" sehingga Kau tak pernah menjawabnya secara lugas
aku tahu Kau pun lelah dengan keluhan-keluhanku yang mengalir tak habisnya bak mata air keruh..
Maaf, tapi ku hendak mengeluh lagi.
Aku takkan memulai dengan kalimat "Apa salahku?" tapi lebih kepada "Apa yang membuatku spesial?"
Apa yang membuatku spesial di mataMu, Tuhan? Sehingga kau membebankan tanggung jawab sebesar ini?
Kau pasti tahu ini tentang apa, karena aku langganan mengeluh dalam hal ini
Kenapa kau posisikan aku sebagai si sulung, si pemegang keputusan?
tak lupa Kau kurung aku dalam bui "tanggung jawab" karena jika ku lari dari bui mu, maka label pengecut akan setia bertengger di punggungku.
Kau letakkan aku di dua jurang yang sama dalamnya, yang satu tak lebih baik dari lainnya.
Tapi Kau lupa memberiku sayap untuk menghindar.
Entah apa yang Kau sembunyikan dariku, akan jadi apa aku nanti jika salah mengambil keputusan.
"What doesn't kill you, makes you stronger"
HambaMu ini mungkin mengeluh, tapi tidak menyerah
Kebon Jeruk, 24 Agustus 2010
mungkin Kau lelah dengan pertanyaan "mengapa" sehingga Kau tak pernah menjawabnya secara lugas
aku tahu Kau pun lelah dengan keluhan-keluhanku yang mengalir tak habisnya bak mata air keruh..
Maaf, tapi ku hendak mengeluh lagi.
Aku takkan memulai dengan kalimat "Apa salahku?" tapi lebih kepada "Apa yang membuatku spesial?"
Apa yang membuatku spesial di mataMu, Tuhan? Sehingga kau membebankan tanggung jawab sebesar ini?
Kau pasti tahu ini tentang apa, karena aku langganan mengeluh dalam hal ini
Kenapa kau posisikan aku sebagai si sulung, si pemegang keputusan?
tak lupa Kau kurung aku dalam bui "tanggung jawab" karena jika ku lari dari bui mu, maka label pengecut akan setia bertengger di punggungku.
Kau letakkan aku di dua jurang yang sama dalamnya, yang satu tak lebih baik dari lainnya.
Tapi Kau lupa memberiku sayap untuk menghindar.
Entah apa yang Kau sembunyikan dariku, akan jadi apa aku nanti jika salah mengambil keputusan.
"What doesn't kill you, makes you stronger"
HambaMu ini mungkin mengeluh, tapi tidak menyerah
Kebon Jeruk, 24 Agustus 2010
Friday, 20 August 2010
Merdeka di Karimun Jawa
17 Agustus 2009…
Menilik kembali setahun yang lalu saat dengan sedikit modal nekat saya menekan ‘attending’ untuk RSPV liburan ke Karimun Jawa. Saya cuma mengenal 2 orang saat itu: ney dan ricco. Ya, tanpa pikir terlalu panjang, karena biasanya ujung-ujungnya gak bakal jadi.
“Dua tas cukup” pikirku saat berencana meninggalkan rumah selama seminggu lebih. Satu tas ransel lowepro kupinjam dari seorang teman dan yang lainnya dari ibuku. Cukup berat, saya kemudian memesan tiket travel Cipaganti cabang Kebon Jeruk. Bandung? Ya, Paris van Java lah tujuan pertamaku karena disanalah rombongan yang berisi orang-orang yang kukenal akan berangkat.
Setelah menjajah kostan ney, esoknya kami siap berangkat bersama dengan beberapa orang lain dari Bandung. Sekitar 12 Jam bus ini berjalan dari Bandung menuju Jepara, dan sampai esok paginya. Masih ngantuk, kebelet pipis dan lapar belum sarapan, kami bertemu dengan rombongan Solo. Kata mereka, kapal Muria akan segera berangkat. Dan perjalanan air berikutnya akan memakan waktu enam jam…
Uno memang menyenangkan. Uno pula permainan penghilang rasa bosan kami. Tetapi mana ada orang bermain Uno selama 6 jam nonstop? Karena itulah kami sempat berhenti bermain dan tertidur..
Akhirnya sampai juga di pulau Karimun Jawa. Kami pun berjalan kaki menuju rumah penduduk yang sudah dipesan untuk kami menginap. Setelah berberes-beres, kita menuju ke penangkaran hiu.. sounds horrible but we’ll never know unless we try right? Tepat saat mentari sudah malu-malu mengintip dari balik awan..
Kucelupkan kakiku ke kolam yang berisi ikan-ikan hiu tersebut. Merinding, padahal airnya hangat. Ah ya, saya sedikit takut saat itu. Tapi setelah tahu kalau hiunya kecil-kecil dan baik hati (atau gak nafsu liat saya yang seperti tulang belulang?) saya santai.. Begitupun teman-teman yang lain. Alhasil, tidak sampai setengah jam, kami bermain sendiri dan melupakan hiu… poor sharks…
Setelah selesai dari tempat penangkaran hiu, kami makan di warteg bu Esther. Entah karena lapar atau lelah atau memang doyan, makanan disitu enak banget dan harganya bener-bener gak masuk akal sangking murahnya. She’s really recommended warteg owner..!!
Kami menimba sumur dulu sebelum mandi. Jangan harap ada kamar mandi seperti di kota-kota. Kamar mandi disini tidak menggunakan pintu melainkan tirai. Diliputi rasa was-was, acara mandi saya yang biasa memakan waktu lama, saat itu hanya berlangsung beberapa menit.. hebat.
Saat terbaik setelah mandi adalah saat saya, Ricco dan beberapa orang lainnya mengendarai motor untuk sekedar mampir ke suatu dermaga tanpa pemilik. Dengan gelap absolut, nampak bintang-bintang gemerlapan di atas kami dan sirip-sirip ikan berkilauan dibawah kami, dibawah kayu dermaga yang kami duduki. Saya coba mengabadikannya dengan kamera tapi tidak mampu. Dari situ saya belajar, tidak semua kekuasaan Tuhan dapat direkam dengan alat manusia.
Mata adalah lensa dan kepala adalah memory card terbaik saat kita mencoba mengabadikan keindahan yang hanya Tuhan tujukan kepada kita, bukan orang lain.
After that…
Thursday, 24 June 2010
Re-Thinking
seseorang termenung tidak melakukan apapun
tidak sibuk, tidak bekerja, dan tidak pula lelah
dia selalu bersenang-senang meskipun hatinya tidak.
termenung, seseorang baru saja memecutnya sakit sekali
sakit sekali hingga ia menggumam
"mungkin aku bukan orang yang kau cari...
kalau kau tidak puas, carilah.. cari dan cintai yang lain!
cinta MEMANG memuakkan, kawan"
Kebon Jeruk, 24 Juni 2010
tidak sibuk, tidak bekerja, dan tidak pula lelah
dia selalu bersenang-senang meskipun hatinya tidak.
termenung, seseorang baru saja memecutnya sakit sekali
sakit sekali hingga ia menggumam
"mungkin aku bukan orang yang kau cari...
kalau kau tidak puas, carilah.. cari dan cintai yang lain!
cinta MEMANG memuakkan, kawan"
Kebon Jeruk, 24 Juni 2010
Wednesday, 26 May 2010
(Bukan) Teori Hujan
Mereka turun perlahan dari langit membawa perubahan pada diri manusia. Ya, seperti sindrom-sindrom kesepian mungkin, atau galau, atau sunyi. Tapi perasaan kesepian, galau dan sunyi ini dalam konteks yang menyenangkan.
Mungkin perubahan suhu akibat hawa sejuk yang dibawanya membuat nyaman dan menciptakan rasa ingin berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya. Jika kebetulan orang itu tidak bersama, maka perasaan kesepian itu kemudian muncul.
Mungkin aroma tanah basah menaklukan neuron dalam otak dan mengaktifkan memori-memori lawas tentang orang yang dikasihinya dan apa-apa saja hal-hal menyenangkan yang dilakukan bersamanya. Jika kebetulan orang itu tidak ada, maka muncul perasaan galau.
Mungkin suara percikan dan gemuruh khas nya saat menyentuh tanah membuat suasana lebih ramai. Ya, mereka memang berisik. Namun toh telinga kita menikmatinya, seolah diberi ruang pribadi untuk menikmati kesunyian. Kesunyian dalam gemuruh hujan.
Sedikit tentangnya. Sedikit tentang perasaanku terhadapnya, "Aku mencintaimu hujan"
Subscribe to:
Posts (Atom)
author
About Me
- farichah
- chirpy duckling, petrichor addict, criminal mind, a rookie writer, believed that zombies are exist
scrap
once upon
Friends
follow or not
Followers
visitor
Tinggalkan jejak anda...
Feedjit
doodle
Powered by Blogger.





















.jpg)
.jpg)





