Thursday, 11 March 2010

Menguping Senja I

"Pekerjaan gua berat banget... Gua ngerasa orang lain bisa tapi gue enggak" ujar seseorang yang duduk di sebelahku saat busway ini merangkak pelan ke halte berikutnya. "Temen gue, si fadil, mau nyariin gue kosan, dibayarin pula. Kata dia, yang penting dekat dengan kantor, dan gue bisa kerja. Gila, gue utang segala macem sama dia" ucapnya setengah berbisik kepada temannya, namun tetap saja tertangkap daun telingaku. "Menurut lo, mending gue berhenti aja dari kerjaan ini atau enggak?" tanyanya kepada temannya. Temannya itu kemudian menjawab...

"Jangan merobohkan tembok yang sudah susah-susah lo buat..."

Lelaki yang duduk disebelahku diam menyerap kata-kata kawannya itu. Kalau ku boleh terka, mungkin dia sedang mengerenyitkan dahi.. "Ya..." lanjut temannya..

"Kita tidak pernah tahu bentuk rumah yang kita bangun nantinya. Kalau sejak awal lo robohin terus tembok itu, rumah lo gak akan pernah jadi..."

Aku tersenyum mentertawakan kesunyian yang diciptakan lelaki yang duduk disebelahku. Kata-kata temannya nampaknya sudah menancap di batinnya sehingga dia terdiam dan merenung. Ya, akupun merasakan hal yang sama :)

Kebon Jeruk, Maret 2010

0 comments:

author

author

About Me

My Photo
farichah
chirpy duckling, petrichor addict, criminal mind, a rookie writer, believed that zombies are exist
View my complete profile

scrap

scrap

once upon

once upon

Friends

follow or not

follow or not

Followers

visitor

visitor

Tinggalkan jejak anda...

doodle

doodle
Powered by Blogger.