Tuesday, 14 July 2009
Gak Pengen Mikirin Lagi...
"Lagi-lagi begini! Ah sial!" malam ini kembali merenungnya. "Untung dia memberi kebahagiaan ini cuma sebentar" pikirku. Jika lebih dari 2 minggu, mungkin tembok kamarku masih melihat wajah muram atau mendengar sebuah lagu tanpa judul milik Maliq d'essential malam ini.
"Malam ini malam terakhiiir..." sepotong syair dangdut nista itu kembali menerkam otakku. Dan seperti syairnya aku berjanji: ini malam terakhir merenungnya. Merenungi sang pelangi, merenungi si misteri soliter.
Esok bisa jadi terakhir kali melihatnya. Tak kan kukatakan rasa meskipun itulah kenyataannya.
"Ya Tuhan, sembuhkanlah aku dari 'penyakit' ini. Dan sampaikan kepadanya, jangan keseringan merokok, ntar sakit"
Kebon Jeruk, Juli 2009
"Malam ini malam terakhiiir..." sepotong syair dangdut nista itu kembali menerkam otakku. Dan seperti syairnya aku berjanji: ini malam terakhir merenungnya. Merenungi sang pelangi, merenungi si misteri soliter.
Esok bisa jadi terakhir kali melihatnya. Tak kan kukatakan rasa meskipun itulah kenyataannya.
"Ya Tuhan, sembuhkanlah aku dari 'penyakit' ini. Dan sampaikan kepadanya, jangan keseringan merokok, ntar sakit"
Kebon Jeruk, Juli 2009
Labels:
gak penting,
tribute to the past
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
author
About Me
- farichah
- chirpy duckling, petrichor addict, criminal mind, a rookie writer, believed that zombies are exist
scrap
once upon
Friends
follow or not
Followers
visitor
Tinggalkan jejak anda...
Feedjit
doodle
Powered by Blogger.
0 comments:
Post a Comment