Monday, 14 September 2009

Papa Gak Pulang Beibe, Papa Gak Punya Kampung Beibeh!

"Kamu pulang kampung gak, i?"
"Tidak"
"Emang kampung kamu dimana sih?"
"Gak tau"
"Kok bisa gak tau?"
"Jawa Timur kali, tapi gak bisa bahasa Jawa"
"Emang bapak ibu dari mana?"
"Ibu Malang, bapak Surabaya, tapi lama di Jakarta"
"Itu artinya kamu orang Jawa"
"Tapi aku lahir dan besar di Jakarta"
"Keluarga kamu ada dimana?"
"Jakarta semua"
"Tapi tetap, kamu orang Jawa"
"Tapi aku jarang ke sana, dan gak merasa kangen kampung halaman. Malah aku suka kangen Jakarta kalo lagi pergi kemana-mana"
"Emang Jakartanya mana sih?"
"Grogol"
"Grogol?"
"Iya, tempat aku kumpul sama keluargaku ya disana. Solat ied juga disana terus"
"Oh, begitu yah"


Apa definisi kampung itu? Tempat orang tua dilahirkan? Tempat orang tua dibesarkan? Tempat tokoh 'aku' dilahirkan? Tempat tokoh 'aku' dibesarkan? Tempat nenek dan kakek bertempat tinggal?

Jika demikian, dimanakah kampung tokoh 'aku' berada???
Saturday, 22 August 2009

Quran Yang Berdebu

Membuka kembali satu Quran yg bisa dibilang berdebu..

Lalu aku melihat coretan-coretan tangan kecil penanda bacaan.

Ada yg bentuknya bintang, wajah tersenyum, atau sekedar abstrak. Namun, selalu ada tanggal di sebelahnya untuk mengetahui sampai mana aku membacanya.

Walau tidak terlihat, tapi pasti ada bercak air mata juga. Waktu aku dulu menangis lantaran dipaksa belajar mengaji...


Ya, dengan Quran ini aku belajar mengaji dari kecil.

Kertasnya pun telah menguning, dan sampul emasnya juga berdebu.

Berbeda saat pertama nenekku memberikannya padaku..

Aku sadar telah jarang mengaji lagi.. Apa aku masih bisa?

Kubuka kembali satu Quran yg bisa dibilang berdebu.

Dan kubaca terbata-bata...



Kebon Jeruk, Agustus 2009
Saturday, 1 August 2009

Sepatu Cantik

Kemarin aku menemani seorang sahabat memutari sebuah mall di bilangan Depok. Katanya, dia ingin beli sepatu.

Sampailah kami pada kumpulan kios alas kaki yang memajang para sepatu cantik. Untungnya temanku itu bukan tipe penggila merk. Toko pilihannya menjual sepatu-sepatu cantik dgn harga terjangkau.


Akupun tertarik memilih-milih model yg pas untukku sendiri. Pilihanku jatuh pada sebuah wedges krem dgn pita sewarna yang manis.

Wedges itu kucoba pakai. Aku memang terlihat lebih tinggi dan feminin. Tapi aku gamang. Sewaktu kupakai berjalan, sepatu itupun menyakiti kakiku. Meskipun sakitnya biasa, namun jika kupakai terus pasti lecet.

Kalau aku akali dengan kaos kaki? pasti trlihat aneh jika dipadukan dengan rok selutut. Stocking? Ah terlalu tipis. Ada yang punya ide?


Pernah sekali aku memakai sepatu pinjaman serupa. Hasilnya? Plester luka menempel di sekujur kakiku. Tapi memang dasar perempuan, begitu lihat sesuatu yang bisa membuatnya cantik, langsung tertarik untuk mencoba.. Hayo ngaku.. Hahah akupun begitu

Temanku itu akhirnya membeli sebuah sandal yang memang membuatnya lebih cantik tanpa lecet. Dan akhirnya pula, aku meninggalkan wedges krem itu di rak toko.

Saat ini aku memiliki 3 sepatu kanvas converse, 1 vans mickey mouse, 1 sneaker reebok, 1 sandal gunung eiger, dan beberapa sendal jepit yang aktif kupakai. Mungkin suatu saat aku akan beli sepatu cantik milikku sendiri, bukan pinjaman. Agar (sekali-sekali) aku bisa setidaknya mencoba terlihat cantik.

Menjadi perempuan berarti banyak pilihan. I love being woman, it's fun :]
Thursday, 23 July 2009

Jagakarsa di Sore Hari

Macet di sepanjang jalan, berdampingan dengan kereta-kereta ekonomi yg sibuk lalu lalang.
Baru kemaren aku dapet sms setengah berkelakar darimu, 'kangen i'
Skarang, aku jd ingat dahulu waktu kau biasa mengantarku pulang, di sepanjang jalan ini pula aku mendekapmu di atas vespa hijau itu.

Kadang mampir ke pondok indah untuk sekedar nonton atau makan.
Atau melewati jalanan baru biar aku senang.
Kita saling menatap lewat kaca spion jika lampu jalan berubah merah.

Setelah sampai masjid depan rumahku, aku bilang 'makasih' dan kau pulang ke rumahmu yg lumayan jauh itu..

Hanya teringat, tak ingin mengulang, terlalu beresiko... Sore itu, di jagakarsa :)


Bus deborah depok-kalideres, 2009
Thursday, 16 July 2009

Untuk Para Wartawan Kriminal

Aku tak ubahnya seekor kepik harlequin yang melompat dari satu motor ke motor lain, mengikuti kemana mereka mengejar taruna.
Tak penting memang, toh, tanpa adaku mereka tetap beraktifitas seperti biasa.

Tapi tahukah mereka kalau aku memperoleh banyak hal dari mereka?
Kalau aku menyerap lebih banyak ilmu daripada duduk di depan whiteboard dibalik bangku?
Kalau aku diam-diam belajar realita lapangan yang sebelumnya tak pernah ku bayangkan?
Kalau aku melakukan banyak hal yang kulakukan kali pertama dalam hidup seperti memotret mayat, rilis ke polsek-polsek, mengejar kebakaran, ditahan satpam mall, piket malam di palang hitam, melihat sang presiden langsung di stadion dan hal-hal lain yang kadang membuat teman lain bertanya "serius lo?"

Untuk mereka yang hidup dari media..
Untuk mereka yang tidak hanya datang, mengetik di kantor dan pulang sebelum jam 7 sepertiku..
Untuk mereka yang sudah kuanggap kakak-kakak bahkan ayah ku sendiri...

TERIMA KASIH BANYAK! ^__^

Saatnya bikin laporan magang.....


Depok, Juli 2009
Tuesday, 14 July 2009

Gak Pengen Mikirin Lagi...

"Lagi-lagi begini! Ah sial!" malam ini kembali merenungnya. "Untung dia memberi kebahagiaan ini cuma sebentar" pikirku. Jika lebih dari 2 minggu, mungkin tembok kamarku masih melihat wajah muram atau mendengar sebuah lagu tanpa judul milik Maliq d'essential malam ini.

"Malam ini malam terakhiiir..." sepotong syair dangdut nista itu kembali menerkam otakku. Dan seperti syairnya aku berjanji: ini malam terakhir merenungnya. Merenungi sang pelangi, merenungi si misteri soliter.

Esok bisa jadi terakhir kali melihatnya. Tak kan kukatakan rasa meskipun itulah kenyataannya.

"Ya Tuhan, sembuhkanlah aku dari 'penyakit' ini. Dan sampaikan kepadanya, jangan keseringan merokok, ntar sakit"

Kebon Jeruk, Juli 2009
Monday, 13 July 2009

Seekor Anjing Tanpa Kaki Belakang

Setengah tak percaya kulihat dia berlari mendatangi kami. Warnanya putih, wajahnya tampak lucu. Tertegun ku melihatnya. Entah karena takut, atau karena cara dia berjalan.

Dia bergerak hanya dengan dua kaki depannya, memapah setengah tubuhnya yang tidak sempurna.

Dia hanya seekor anjing. Namun sempat mengingatkanku kepada para pengemis di keramaian jalan tempat tinggalku. Mereka yang berjalan dengan tangan dan dengan tangan itu pula mengadah meminta receh, menjual sebuah sesi drama singkat bertema kesengsaraan.

Wajah sedih seolah menjadi atribut wajib selama mereka bekerja. Entah wajah apa yang mereka pasang setelahnya.

Mereka sebut ini pekerjaan, sebagai penjual kemiskinan.

Tapi anjing itu? Dia bahagia hidup bersebelahan dengan si ratu ombak ini.. Berlarian..

Dia mulai berlari ke arahku..
Saatnya kabur.

Palabuhan Ratu, Juli 2009
Sunday, 28 June 2009

Siapa Bilang Pelangi Itu Indah?


Siapa bilang pelangi itu indah?
Dia memang datang setelah hujan badai
Memberi hiasan nan apik tersendiri
Menghibur, apalagi setelah terjangan badai itu.
Namun kedatangannya menghipnotis, seolah kita lari dari masalah yang seharusnya diselesaikan

Dia memang sangat indah
Menyimpan sejuta warna yang teratur dan memanjakan mata.
Namun tujuh warna nampak berlebihan, membuat kita lupa dengan biru langit yang membingkainya.

Dia memang datang untuk menghibur
Mewarnai hari-hari kita dengan bayangnya.
Namun, dia tidak nyata, dia semu.
Kita tidak bisa menyentuhnya, apalagi menangkapnya
Dia tidak bisa kita simpan dan kita lihat kapanpun kita butuh tersenyum
Dia hanya ada saat itu,
Dan menghilang saat itu juga.
Dialah sang pelangi... Hanya pelangi.

Dharmawangsa, Juni 2009
Friday, 26 June 2009

Di Depan si Kompi 'apel somplak' Milik SUMA

23.39
Sendiri di sebuah tempat terpencil bernama "Pusat Kegiatan Mahasiswa"
Dengan sebuah 'perjalanan' masih panjang yang harus terhenti besok
Kursor berkedip-kedip mencari perhatianku... menemaniku
Hanya ada suara detak jarum jam dan ketikan tanganku, hmm... tempat ini cukup 'ramai'

23.45
Kedipan kursor makin terlihat seperti mengejekku
Mungkin karena ia tidak kunjung berpindah tempat dari sebelah 'titik'
Karena otakku nampaknya belum menyuruh tangan untuk memindahkan kursor dengan kata-kata baru...

23.50
Suara pintu terbuka terdengar beberapa kali, namun bukan pintuku
Sempat menakutiku dan si kursor karena kami memang hanya berdua di ruangan ini
Pertanyaan "siapa mereka? mau apa?" ditambah doa "semoga aku baik-baik saja" memenuhi otakku yang tidak seberapa besar ini.

23.54
Kualihkan perhatian barang sejenak dan otakku mulai meninggalkan kursor
Kuingin berpikir tentang sesuatu yang menyenangkan...
"Aku ingin ke Jogjakarta".... hanya itu?
Otak kecil ini tampaknya kehilangan kreatifitasnya

00.04
Selamat hari Jum'at........
Aku menekan itunes dan lagu 'are you in' incubus datang menemani suara detak jarum jam dan ketikan tangan..
Kutekan 'next', kali ini Maliq & D'essential... another lazy song yang mengingatkanku tentang seseorang... (Yea miss you as well)

00.11
Saatnya bekerja lagi........
"I'm not crazy I'm just a little unwell...." Kata bung 'kotakkorekapi duapuluh' tiba-tiba
Kuraih mouse apel somplak dan seketika terdengar...
"I fell insane every single time I'm asked to compromised
Cause I'm afraid and stucks in my way, and that's the way it stays"
-Almost Easy by Avenged Sevenfold-

Pusgiwa, Juni 2009
Tuesday, 12 May 2009

Goresan Singkat Tentangmu

Aku mencintaimu..
Kau selalu datang menghiburku
Tidak kenal waktu dan tempat
Saat dia meninggalkanku dalam kecewa,
dengan hati tersayat dan terluka
Kau datang memelukku dengan dinginmu
Menyamarkan air mataku dengan sentuhanmu
Menyamarkan jeritanku dengan gemuruhmu

Saat aku sedang bahagia
Tertawa riang dan bersenang-senang,
Aku berlari mencarimu keluar
Aku mendongak keatas, melihat wajahmu
Dan kau membelaiku sedingin es..
Sejuk dan nyaman..
Ya, aku sangat mencintaimu
Begitu pula dengan manusia-manusia lain
Kaulah sang hujan
Kaulah yang paling setia diantara mereka

author

author

About Me

My Photo
farichah
chirpy duckling, petrichor addict, criminal mind, a rookie writer, believed that zombies are exist
View my complete profile

scrap

scrap

once upon

once upon

Friends

follow or not

follow or not

Followers

visitor

visitor

Tinggalkan jejak anda...

doodle

doodle
Powered by Blogger.