Sunday, 1 November 2009

For my Little Brothers

When I was small, and Christmas trees were tall,
we used to love while others used to play.
Don't ask me why, but time has passed us by,
someone else moved in from far away.

Now we are tall, and Christmas trees are small,
and you don't ask the time of day.
But you and I, our love will never die,
but guess we'll cry come first of May.

-First of May, Bee Gees-



Buat adik-adikku yang selalu nyebelin, ngeselin, rese, ngajak berantem mulu, takut ke dapur sendirian, dll, jangan sedih ya. Mbak iah gak tau kalian suka nangis sendirian di kamar kaya mbak iah apa enggak. Mbak iah gak pernah tau kalian bahagia apa enggak dengan keputusan mereka itu. Tapi kalian tetep gak boleh sedih ya, mbak iah sayang kalian.... penakut  :p

Sunday, 25 October 2009

They're Not a Toys

suatu saat di bus, saya harus berdiri di depan 3 orang perempuan usia 20an yang asik bergosip...

perempuan 1: eh,lu jadian sama si A ya?
perempuan 2: iya.. hahaha
perempuan 3: tapi bukannya lu lagi deket sama si B ya?
p2: iya, masih kok
p1: terus si A gak marah?
p2: marah sih, tapi biarin aja, gw kan sukanya sama si B
p3: kenapa gak jadian aja sama si B?
p2: pengennya sih gitu, tapi gw penasaran aja jadian sama si A, abis kayanya asik
p1: trus kalo si B nembak lo gimana?
p2: ya, terima aja dulu. Ntar bandingin deh enak mana....

Kadang seseorang tidak sadar betapa beruntungnya dia
Boys are not a toys, princess :)
Wednesday, 14 October 2009

six kids, one island, thousand stars

...six kids, one island, thousand stars...

 
...gerbang pulau pramuka...
ini iqbal sebenarnya yang motret, makasih bal :)

 
...tenggelam bersama matahari sore... by battani


 ....six of us....

....six kids, one island, thousand stars....

Pulau Seribu, Oktober 2009
Monday, 14 September 2009

Papa Gak Pulang Beibe, Papa Gak Punya Kampung Beibeh!

"Kamu pulang kampung gak, i?"
"Tidak"
"Emang kampung kamu dimana sih?"
"Gak tau"
"Kok bisa gak tau?"
"Jawa Timur kali, tapi gak bisa bahasa Jawa"
"Emang bapak ibu dari mana?"
"Ibu Malang, bapak Surabaya, tapi lama di Jakarta"
"Itu artinya kamu orang Jawa"
"Tapi aku lahir dan besar di Jakarta"
"Keluarga kamu ada dimana?"
"Jakarta semua"
"Tapi tetap, kamu orang Jawa"
"Tapi aku jarang ke sana, dan gak merasa kangen kampung halaman. Malah aku suka kangen Jakarta kalo lagi pergi kemana-mana"
"Emang Jakartanya mana sih?"
"Grogol"
"Grogol?"
"Iya, tempat aku kumpul sama keluargaku ya disana. Solat ied juga disana terus"
"Oh, begitu yah"


Apa definisi kampung itu? Tempat orang tua dilahirkan? Tempat orang tua dibesarkan? Tempat tokoh 'aku' dilahirkan? Tempat tokoh 'aku' dibesarkan? Tempat nenek dan kakek bertempat tinggal?

Jika demikian, dimanakah kampung tokoh 'aku' berada???
Saturday, 22 August 2009

Quran Yang Berdebu

Membuka kembali satu Quran yg bisa dibilang berdebu..

Lalu aku melihat coretan-coretan tangan kecil penanda bacaan.

Ada yg bentuknya bintang, wajah tersenyum, atau sekedar abstrak. Namun, selalu ada tanggal di sebelahnya untuk mengetahui sampai mana aku membacanya.

Walau tidak terlihat, tapi pasti ada bercak air mata juga. Waktu aku dulu menangis lantaran dipaksa belajar mengaji...


Ya, dengan Quran ini aku belajar mengaji dari kecil.

Kertasnya pun telah menguning, dan sampul emasnya juga berdebu.

Berbeda saat pertama nenekku memberikannya padaku..

Aku sadar telah jarang mengaji lagi.. Apa aku masih bisa?

Kubuka kembali satu Quran yg bisa dibilang berdebu.

Dan kubaca terbata-bata...



Kebon Jeruk, Agustus 2009
Saturday, 1 August 2009

Sepatu Cantik

Kemarin aku menemani seorang sahabat memutari sebuah mall di bilangan Depok. Katanya, dia ingin beli sepatu.

Sampailah kami pada kumpulan kios alas kaki yang memajang para sepatu cantik. Untungnya temanku itu bukan tipe penggila merk. Toko pilihannya menjual sepatu-sepatu cantik dgn harga terjangkau.


Akupun tertarik memilih-milih model yg pas untukku sendiri. Pilihanku jatuh pada sebuah wedges krem dgn pita sewarna yang manis.

Wedges itu kucoba pakai. Aku memang terlihat lebih tinggi dan feminin. Tapi aku gamang. Sewaktu kupakai berjalan, sepatu itupun menyakiti kakiku. Meskipun sakitnya biasa, namun jika kupakai terus pasti lecet.

Kalau aku akali dengan kaos kaki? pasti trlihat aneh jika dipadukan dengan rok selutut. Stocking? Ah terlalu tipis. Ada yang punya ide?


Pernah sekali aku memakai sepatu pinjaman serupa. Hasilnya? Plester luka menempel di sekujur kakiku. Tapi memang dasar perempuan, begitu lihat sesuatu yang bisa membuatnya cantik, langsung tertarik untuk mencoba.. Hayo ngaku.. Hahah akupun begitu

Temanku itu akhirnya membeli sebuah sandal yang memang membuatnya lebih cantik tanpa lecet. Dan akhirnya pula, aku meninggalkan wedges krem itu di rak toko.

Saat ini aku memiliki 3 sepatu kanvas converse, 1 vans mickey mouse, 1 sneaker reebok, 1 sandal gunung eiger, dan beberapa sendal jepit yang aktif kupakai. Mungkin suatu saat aku akan beli sepatu cantik milikku sendiri, bukan pinjaman. Agar (sekali-sekali) aku bisa setidaknya mencoba terlihat cantik.

Menjadi perempuan berarti banyak pilihan. I love being woman, it's fun :]
Thursday, 23 July 2009

Jagakarsa di Sore Hari

Macet di sepanjang jalan, berdampingan dengan kereta-kereta ekonomi yg sibuk lalu lalang.
Baru kemaren aku dapet sms setengah berkelakar darimu, 'kangen i'
Skarang, aku jd ingat dahulu waktu kau biasa mengantarku pulang, di sepanjang jalan ini pula aku mendekapmu di atas vespa hijau itu.

Kadang mampir ke pondok indah untuk sekedar nonton atau makan.
Atau melewati jalanan baru biar aku senang.
Kita saling menatap lewat kaca spion jika lampu jalan berubah merah.

Setelah sampai masjid depan rumahku, aku bilang 'makasih' dan kau pulang ke rumahmu yg lumayan jauh itu..

Hanya teringat, tak ingin mengulang, terlalu beresiko... Sore itu, di jagakarsa :)


Bus deborah depok-kalideres, 2009
Thursday, 16 July 2009

Untuk Para Wartawan Kriminal

Aku tak ubahnya seekor kepik harlequin yang melompat dari satu motor ke motor lain, mengikuti kemana mereka mengejar taruna.
Tak penting memang, toh, tanpa adaku mereka tetap beraktifitas seperti biasa.

Tapi tahukah mereka kalau aku memperoleh banyak hal dari mereka?
Kalau aku menyerap lebih banyak ilmu daripada duduk di depan whiteboard dibalik bangku?
Kalau aku diam-diam belajar realita lapangan yang sebelumnya tak pernah ku bayangkan?
Kalau aku melakukan banyak hal yang kulakukan kali pertama dalam hidup seperti memotret mayat, rilis ke polsek-polsek, mengejar kebakaran, ditahan satpam mall, piket malam di palang hitam, melihat sang presiden langsung di stadion dan hal-hal lain yang kadang membuat teman lain bertanya "serius lo?"

Untuk mereka yang hidup dari media..
Untuk mereka yang tidak hanya datang, mengetik di kantor dan pulang sebelum jam 7 sepertiku..
Untuk mereka yang sudah kuanggap kakak-kakak bahkan ayah ku sendiri...

TERIMA KASIH BANYAK! ^__^

Saatnya bikin laporan magang.....


Depok, Juli 2009
Tuesday, 14 July 2009

Gak Pengen Mikirin Lagi...

"Lagi-lagi begini! Ah sial!" malam ini kembali merenungnya. "Untung dia memberi kebahagiaan ini cuma sebentar" pikirku. Jika lebih dari 2 minggu, mungkin tembok kamarku masih melihat wajah muram atau mendengar sebuah lagu tanpa judul milik Maliq d'essential malam ini.

"Malam ini malam terakhiiir..." sepotong syair dangdut nista itu kembali menerkam otakku. Dan seperti syairnya aku berjanji: ini malam terakhir merenungnya. Merenungi sang pelangi, merenungi si misteri soliter.

Esok bisa jadi terakhir kali melihatnya. Tak kan kukatakan rasa meskipun itulah kenyataannya.

"Ya Tuhan, sembuhkanlah aku dari 'penyakit' ini. Dan sampaikan kepadanya, jangan keseringan merokok, ntar sakit"

Kebon Jeruk, Juli 2009
Monday, 13 July 2009

Seekor Anjing Tanpa Kaki Belakang

Setengah tak percaya kulihat dia berlari mendatangi kami. Warnanya putih, wajahnya tampak lucu. Tertegun ku melihatnya. Entah karena takut, atau karena cara dia berjalan.

Dia bergerak hanya dengan dua kaki depannya, memapah setengah tubuhnya yang tidak sempurna.

Dia hanya seekor anjing. Namun sempat mengingatkanku kepada para pengemis di keramaian jalan tempat tinggalku. Mereka yang berjalan dengan tangan dan dengan tangan itu pula mengadah meminta receh, menjual sebuah sesi drama singkat bertema kesengsaraan.

Wajah sedih seolah menjadi atribut wajib selama mereka bekerja. Entah wajah apa yang mereka pasang setelahnya.

Mereka sebut ini pekerjaan, sebagai penjual kemiskinan.

Tapi anjing itu? Dia bahagia hidup bersebelahan dengan si ratu ombak ini.. Berlarian..

Dia mulai berlari ke arahku..
Saatnya kabur.

Palabuhan Ratu, Juli 2009

author

author

About Me

My Photo
farichah
chirpy duckling, petrichor addict, criminal mind, a rookie writer, believed that zombies are exist
View my complete profile

scrap

scrap

once upon

once upon

Friends

follow or not

follow or not

Followers

visitor

visitor

Tinggalkan jejak anda...

doodle

doodle
Powered by Blogger.